Pengalaman dan Pelajaran dari Film Cut Nyak Dien
Tokoh
Cut Nyak Dien adalah salah satu pejuang Islam yang berasal dari aceh yang
memperjuangan dan mempertahankan
tanah kelahirannya , rela berkorban, berjuang habis-habisan tak kenal lelah,
pantang menyerah meskipun usianya sudah tua renta namun semangat nya tak pernah surut, dia mampu memimpin rakyat aceh
dalam melawan kampe-kampe penjajah yang berusaha menindas rakyatnya.
Ketika
saya menyaksikan sebuah satu film sejarah ang menceritakan tentang perjuangan
rakyat aceh yang dipimpin oleh seorang pejuang perempuan yaitu Cut Nyak Dien.
Cut
Nyak Dien, lahir pada tahun 1848 dari
keluarga bangsawan aceh, merupakan
keturunan dari
Cut
Nyak Dien, adalah seorang pemimpin rakyak aceh ketika melawan Belanda yang
memiliki persenjataan lebih lengkap, setelah bertahun-tahun bertempur, pasukan
nya terdesak
Ketika
saya menyaksikan Film “Tjoet Nja’ Dhien” sangat terharu sekali melihat
bagaimana perjuangan rakyat Aceh dalam Mengusir bangsa Belanda. Menurut saya
pribadi beliau merupakan Perempuan paling hebat dan sekaligus pemimpin yang
sangat tangguh,
yang berusaha merebut kekuasaan nya di tanah
aceh/
Bisa
kita lihat dan saksikan bagaimanakah Perjuangan Cut Nyak Dien dalam sebuah film
drama epos yg berjudul “Tjoet Nja’ Dhien” pada tahun 1988. Film ini
disutradarai oleh Eros Djarot dan dibintangi oleh Christine Hakim sebagai Tjoet
Nja’ Dhien, Piet Burnama sebagai Pang Laot, Slamet Rahardjo sebagai Teuku Umar
dan juga di dukung oleh Rudy Wowor.
Film
ini memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik dan merupakan film Indonesia
pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (tahun 1989).
Mungkin
bisa disebut salah satu Pejuang Perempuan yang bernyali singa, Cut Nyak dien
menolak untuk menyerah,
Sejarah
mencatat, bahkan penulis belanda sendiri mengakui para ulama dan pejuang Islam
di Aceh pantang menyerah terhadap penjajah kafir Belanda.
Dalam
menghadapi invasi belanda
Penulis Belanda H.C
Zentgraaff dalam bukunya yang mahsyur, Atjeh, menulis:
“Yang sebenarnya
ialah bahwa orang-orang Aceh baik pria maupun wanita, pada umumnya telah
berjuang dengan gigih sekali untuk sesuatu yang mereka pandang sebagai
kepentingan nasional atau agama mereka. Diantara peuang-pejuang itu terdapat
banyak sekali pria dan wanita yang menjadi kebanggaan setiap bangsa; mereka itu
tidak kalah gagahnya daripada tokoh-tokoh perang terkenal kita”.
Belanda mengakui
Perang Aceh adalah perang paling lama dan paling sulit dalam sejarah kolonial. Perang
aceh hampir membangkrutkan keuangan Kerajaan Belanda. Di kedua belah pihak
banyak memakan korban. Bukti sejarah terpampang jelas di Pekuburan kerchof. Terdapat
ribuan jasad tentara belanda dari jenderal sampai prajurit. Dimakamkan disana.
Aksi nekad para
pejuang aceh laksana bom syahid yang dilakukan oleh pejuang Palestina terhadap
Israel atau kamikaze yang dilakukan tentara Jepang terhadap AS pada perang
Dunia II.
Islam
menjadi agama resmi Kerajaan Aceh Darussalam. Aceh dan Islam ibarat sekeping
mata uang yang tidak bisa dipisahkan atau seperti ikan yang tidak bisa hidup
tanpa air karena segenap aspek kehidupan masyarakat Aceh telah diawarnai oleh
Islam.
Hijrah kali ini erat
hubungannya dengan keimanan, berjuang melawan kampe-kampe penjajah
Yang merupakan bagian
dari keimanan
Tapi saya merasa
bersyukur, karena yang ada disekelilingku sekarang hanyalah orang-orang yang
mengerti arti perjuangan dalam keimanan,
Taktik bumi hangus,
strategi perang, sepandai-pandai siasat, tipu muslihat
Didik dan besarkan
anak2 kita
Bacakan hikayat
perang sabil dalam hidup mereka
Agar tidak menjadi
anak liar, anak durhaka
Tak mau mendengar petuah
Seperti anak2 tidak
terdidik
Bila kami syahid
Mereka akan bangkit
Meneruskan perjuangan
di jalan Allah
Yang perlu di Ingat
hidup bahu-membahu dan mati syahid


